04 Maret 2009

Anak Kecil Yang Setia

Di suatu pagi hari, seorang anak kecil terlihat seperti sedang menunggu di sebuah taman bermain. Dengan sebuah bola basket yang dipegangnya, anak kecil tersebut tetap duduk tenang. Entah apa yang membuatnya seperti itu? Siapakah orang yang ditunggunya tersebut?

Anak kecil tersebut sesekali tertunduk, sesekali juga menengok ke arah jalan. Seperti ada yang mengganggu dirinya. Teman-teman anak kecil tersebut datang menghampirinya sembari mengajaknya untuk bermain. Ajakan itu ditolak halus oleh anak kecil tersebut. Anak kecil tersebut akhirnya ditinggalkan sendiri oleh teman-temannya. Anehnya, anak kecil tersebut tidak menunjukkan kesedihan.

Tidak terasa waktu telah berlalu selama satu jam, tetapi anak tersebut tidak berpaling dari tempat duduknya. Sebuah mobil yang seperti dikenalnya melintas di depan jalan taman dan dia mulai menatap tajam mobil tersebut ketika berhenti parkir. Tapi, dia kecewa ketika orang yang keluar dari mobil tersebut bukan orang yang ditunggunya.

Dia terus menunggu dan menunggu. Tanpa disadarinya, ada sesosok tubuh manusia berada di belakangnya. Orang tersebut duduk di samping anak kecil yang sedang tertunduk lesu. Awalnya anak ini biasa saja sikapnya ketika orang tersebut duduk di sampingnya, tetapi tiba-tiba mukanya ceria melihat orang tersebut, yang tidak lain adalah ayahnya sendiri. Ya, anak ini sedang menunggu ayahnya yang baru pulang dari luar kota karena ada bisnis.

Sebelum pergi ke luar kota, ayahnya telah berjanji kepada anak kecil ini setiba pulang dari luar kota, ia akan bermain basket di taman dengan anaknya. Ayahnya menepati janjinya dan anak kecil tersebut dengan wajah yang sumringah mengajak ayahnya untuk bermain basket bersama.

Sering kali dalam hubungan kita dengan Bapa di Surga juga seperti itu, kita sepertinya menunggu DIA berbicara. Tanpa sadar dalam masa penantian jawaban tersebut, kita terkadang goyah terhadap janji Bapa di Surga yang telah diucapkan kepada kita. Jadilah seperti anak kecil tersebut yang tanpa lelah untuk menunggu ayahnya datang ke taman tersebut. Percayalah kepada Bapa di Surga, DIA pasti menepati janji-janji yang diucapkan kepada anak-anakNya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh-Nya.

Syarat Mutlak

2 Timotius 4:5
Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

"Untuk jabatan menteri ekonomi, penekanan kompetensi jelas harus didahulukan di atas segala-galanya termasuk di atas konsesi politis. Selain itu, pertimbangan lain adalah kejujuran, loyalitas, dan integritas yang teruji," ujar seorang calon presiden saat ditanya pendapatnya tentang persyaratan pejabat negara.

Pada dasarnya, setiap tugas menuntut persyaratan minimal yang harus dipenuhi oleh para pengembannya. Hal ini juga berlaku dalam pelayanan. Untuk membantu pelayanan di sebuah gereja lokal di zaman gereja mula-mula, Paulus mematok persyaratan minimal yang harus dipenuhi oleh seseorang yang hendak ikut ambil bagian dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Misalnya: bukan orang yang baru bertobat, suami dari satu isteri dan dapat mengelola rumah tangganya dengan baik. Di samping itu, orang tersebut juga orang yang cakap mengajar (1 Timotius 3:2). Bagi orang yang memenuhi kriteria tersebut dan bersedia mengambil bagian dalam pelayanan, ini juga dapat diartikan bahwa Tuhan telah memberi kepercayaan dan kesanggupan untuk melakukan suatu tugas. Hal ini penting karena hamba Tuhan merupakan figur yang berbicara bukan hanya melalui perkataan, melainkan juga melalui perbuatan dalam kehidupan sehari-harinya.

Marilah kita terus meningkatkan kualifikasi kita sehingga semakin sepadan dengan panggilan yang kita emban.

Tidak ada orang yang bertahan dalam sukses tanpa belajar mengembangkan diri terus-menerus.

Sumber : Jawaban.


ang Pertama Saya Lihat


2 Korintus 12:9
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Fanny Crosby telah mewariskan lebih dari 8.000 lagu rohani kepada kita. Meskipun menderita kebutaan semenjak berusia 6 minggu, ia tidak memendam kepahitan. Suatu hari seorang pendeta mengungkapkan rasa simpatiknya, "Saya rasa, sungguh membangkitkan belas kasihan, bahwa Sang Pencipta tidak memberi Anda penglihatan, padahal Ia memberikan banyak sekali karunia lain kepada Anda."

Dengan tangkas Fanny menjawab, "Tahukan Anda, seandainya saat lahir saya bisa mengajukan permohonan, saya akan meminta dilahirkan buta?" "Mengapa?" rohaniwan itu terperanjat. "Karena bila saya naik ke surga nanti, wajah pertama yang akan membangkitkan sukacita dalam pandangan saya adalah wajah Sang Juruselamat!"

Sebuah kerinduan yang mengagumkan! Mata hati Fanny hanya tertuju pada kemuliaan Allah dan Juruselamatnya. Itulah yang membebaskannya dari kepahitan. Meski buta, ia "melihat"!

Kita mungkin juga memiliki cacat atau kelemahan tertentu yang tak tersembuhkan - suatu "duri dalam daging". Kita bisa memilih untuk menjadi kepahitan karenanya, atau, seperti ditegaskan oleh nas hari ini dan juga oleh pengalaman Fanny Crosby, kita dapat menjadikannya sebagai batu loncatan untuk merngandalkan Tuhan dalam kelemahan tersebut. Manakah yang Anda pilih?

Bagi orang yang berpikiran positif, kelemahan diri pun bisa menjadi peluang untuk meraih sukses.

Sumber : Jawaban.


Ketika Kita Gagal

Roma 2:4b
Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?

Dua adegan ini berlangsung pararel. Yang satu di atas gunung, yang lain di dalam lembah. Di atas gunung, Musa menerima hukum Taurat. Tuhan memberikan berbagai petunjuk kepadanya, termasuk penetapan Harun sebagai imam besar. Di dalam lembah, Harun memimpin bangsa Israel selama Musa naik ke gunung. Apa yang dia lakukan? Membuat patung lembu emas.

Peristiwa ini menggarisbawahi satu hal: Betapa lapangnya hati Allah! Ia Allah yang Mahatahu. Ia melihat apa yang dilakukan Harun di bawah sana. Namun, Ia tetap memberikan petunjuk kepada Musa mengenai peran Harun sebagai imam. Dan nantinya, Ia tidak membatalkan karunia dan panggilan-Nya atas Harun.

Pernahkan Anda membuat "patung lembu emas"? Dalam taraf yang berbeda-beda, kita semua pernah membangkang terhadap Tuhan - melakukan kesalahan atau mengalami kegagalan. Hal ini tak jarang membuat kita merasa tidak layak "dipakai" oleh Tuhan. Berkubang dalam lumpur rasa bersalah, Anda merasa menghadapi jalan buntu. Bila keadaan semacam ini membelit Anda, renungkanlah sikap Allah terhadap Harun. Apa pun kesalahan atau kegagalan Anda, selalu ada kesempatan baru bagi Anda. Kemurahan Allah jauh lebih besar daripada pelanggaran kita. Kuncinya, kita perlu menyadari bahwa kemurahan Allah bukanlah pintu belakang untuk menyelinap dan berkompromi dengan dosa, melainkan sebuah jalan menuju pertobatan. Maukan Anda menempuhnya?

Jika Anda mau belajar dari kegagalan, Anda belum benar-benar gagal.

Sumber : Jawaban.


Dilindungi oleh Kasih

Matius 5:44-45
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

Kasihilah musuhmu... siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu... Bagi kebanyakan orang, hal ini dianggap sebagai suatu kelemahan. Tetapi, kebenarannya ialah, itulah cara terampuh untuk mengalahkan musuh terkuat. Itulah cara Yesus menanganinya, dan cara-Nya tidak pernah gagal.

Ketika Yesus mengatakan untuk memberikan pipi lainnya untuk ditampar, Dia bermaksud agar Anda berdiri dalam kasih dan dalam iman untuk mempercayai bahwa kuasa perlindungan Tuhan yang mengiringi kasih itu akan menjaga Anda.

Kisah dari Nicky Cruz seperti yang ditulis dalam buku David Wilkerson, The Cross and the Switchblade adalah contoh terbaik mengenai hal itu. Nicky terkenal sebagai pemimpin geng paling kejam pada masanya. Namun ketika David Wikerson berdiri di hadapannya dan memberitahukannya tentang Yesus, Nicky sama sekali tidak sanggup melukainya. Nicky mencoba menusukkan pisaunya kepada David beberapa kali. Tetapi setiap kali dia melakukannya, David hanya berkata, "Nicky, engkau dapat memotongku sampai seribu irisan dan setiap irisan tetap akan berkata, aku mengasihimu dan Tuhan mengasihimu." Karena kasih, Nicky tidak dapat menghujamkan pisaunya kepada David. Satu kuasa adikodrati selalu mencegahnya.

Mungkin Anda berkata, "Tetapi saya tidak memiliki kasih semacam itu!" Tahukah Anda bahwa Anda telah memiliki kasih itu? Roma 5:5 memberitahukan kita bahwa kasih Tuhan dicurahkan sepenuhnya di hati Anda oleh Roh Kudus.Yang harus Anda lakukan hanyalah mengambil keputusan untuk digerakkan oleh kasih itu dan bukannya oleh perasaan manusiawi Anda sendiri.

Kasih tidak pernah gagal! Anda tidak perlu lagi takut akan kegagalan. Bahkan sebenarnya, Anda tidak perlu takut apa pun. Jika Anda sedang berjalan dalam kasih Allah, maka Anda sedang menghayati jenis kehidupan yang paling berkuasa di dunia!

Hasrat kita untuk terlihat kuat sering kali menghalangi kasih itu dinyatakan melalui hidup Anda.


Sumber : Jawaban.

03 Maret 2009

Kebutuhan vs keinginan
Bilangan 11:16-35

Tuhan menjawab dua masalah besar yang timbul di tengah perjalanan umat Israel. Krisis ketahanan kepemimpinan Musa, dan sungut-sungut bangsa Israel menginginkan daging untuk makan. Karena kedua krisis itu berakar pada kurangnya iman pada pemeliharaan Allah maka jawaban Tuhan mengandung hukuman juga!

Tuhan menjawab Musa lebih dulu. Meski bangsa Israel tidak meminta, tetapi Tuhan tahu bahwa Musa membutuh-kannya. Karena itu, Ia mengirimkan tujuh puluh orang tua-tua untuk menolong Musa. Karena tugas mereka tidak mudah, tentu mereka membutuhkan urapan Roh Tuhan. Maka Tuhan mengambil sebagian Roh yang ada pada Musa dan menaruhnya atas mereka (24-30). Dengan keterlibatan tujuh puluh orang pemimpin pembantu dengan urapan Roh, maka beban Musa diringankan. Orang Israel tidak harus semata bergantung pada Musa untuk mendengarkan ajaran dan arahan dari Tuhan. Musa menunjukkan sikap seorang pemimpin yang sedia berbagi wewenang dan peran (29). Suatu prinsip yang harus dianut oleh semua pemimpin Kristen masa kini.

Tuhan tak menutup telinga terhadap keluhan Israel. Ia berjanji akan membuat bangsa itu makan daging selama sebulan (19-20). Menyadari banyaknya orang yang harus dipenuhi keinginannya, Musa sempat bingung. Tetapi Tuhan mengingatkan Musa akan kemahakuasaan-Nya (21-23). Musa akan melihat bagaimana Allah menggenapi firman-Nya. Dengan cara-Nya yang ajaib, Tuhan mengirimkan burung puyuh. Namun jawaban Tuhan tidak mengurangi ketamakan mereka. Akibatnya Allah menghajar mereka dengan tulah yang sangat besar (33).

Kebaikan Allah yang melimpah, baik dalam menyelamatkan maupun dalam memelihara, membuat kita memandang Allah seolah pelayan kita. Kita harus tahu menempatkan kebutuhan dan keinginan di bawah kehendak Allah. Kita bahkan perlu membedakan keinginan dari kebutuhan, dan dalam segala keadaan tidak mendikte atau memaksa Allah.

Sumber : Sabda
Jangan sungut-sungut!
Bilangan 11:1-15

Perkara ajaib yang Allah lakukan bagi Israel sejak mereka keluar dari Mesir, ternyata mudah lekang dari ingatan mereka. Sehingga ketika menghadapi sedikit masalah saja, mereka sudah bersungut-sungut kepada Tuhan (1). Mungkin mereka merasa tidak puas dengan keadaan mereka saat itu. Perjalanan panjang itu memang tidak mudah. Tetapi betapa berdosanya bila mereka bersungut-sungut pada Allah. Artinya mereka tidak menghargai apa yang telah Allah perbuat! Itu juga menandakan ketiadaan iman mereka bahwa Allah berkuasa! Tuhan pun menghajar mereka dengan api! Api, yang sebelumnya menjadi tanda penyertaan Tuhan, saat itu bagai cambuk yang menghukum mereka.

Ternyata hukuman Tuhan yang pernah mereka alami, tidak membuat mereka jera. Israel kembali bersungut-sungut karena ingin makan daging (4-6). Mereka bosan makan manna. Mereka tidak puas dengan pemberian Allah pada mereka, karena itu mereka menangis! Bayangkan, satu bangsa hanya bisa menangis karena ingin makan daging! Sementara mereka tidak melakukan upaya apa pun untuk memenuhi keinginan mereka. Mereka juga menyesali kepergian mereka dari Mesir. Itu membuat mereka melupakan pengharapan akan Tanah Perjanjian, tanah tempat susu dan madu. Mereka hanya bisa menangis! Tangisan mereka kemudian memengaruhi Musa. Ia mengeluh pada Tuhan karena merasa tak sanggup mengatasi masalah itu sendirian (10-15). Semua itu bagaikan hukuman yang harus dia jalani. Ia merasa lebih baik mati, daripada harus menanggung beban yang demikian berat. Musa gagal memercayai bahwa Tuhan sanggup memelihara.

Di hadapan Tuhan, sungut-sungut merupakan kesalahan yang bisa mengundang murka Tuhan dan mendatangkan hukuman. Sungut-sungut menunjukkan hilangnya percaya dan penghargaan terhadap Tuhan. Hidup memang kadang bisa menekan dan mendesak kita. Tetapi jangan pernah kehilangan harapan dan meragukan kasih Tuhan. Hiduplah tetap dalam pengharapan!

Sumber : Sabda

24 Januari 2009

Membawa Mimpi Tuhan Jadi Realita


Seorang ibu yang mengandung, sementara bayinya masih dalam kandungan, sang ibu sudah memiliki begitu banyak impian dan harapan tentang masa depan bayinya. Bahwa kelak anaknya menjadi orang yang sukses.

Demikian pula Tuhan. Dia memiliki mimpi untuk Anda dan saya. Lama sebelum kita mengenal Tuhan, Dia sudah punya destinasi, impian dan harapan tentang bagaimana hidup kita.

Detik kita bertobat, Tuhan mulai menanam impian-Nya di hati kita. Dia mengkomunikasikan mimpiNya melalui firman. Semakin setia kita mengikut Tuhan, semakin kuat impresi mimpi itu.

Salah satu impian Tuhan tertulis di Yeremia 29:11 yang berbunyi:

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Di sini Tuhan berkata bahwa Dia sudah mempersiapkan masa depan yang baik untuk kita semua. Seperti seorang ibu yang yang punya rancangan-rancangan yang baik bagi anaknya, demikian juga Tuhan. Namun ada perbedaan antara impian seornang ibu dan impian Tuhan.

Impian Tuhan akan hidup selamanya di roh kita. Impian Tuhan tidak akan mati asal kita tidak menyimpan kepahian, kecewa dan kuatir. Dari pihak kita, diperlukan kerjasama untuk membuat impian Tuhan termanifestasi. Ada dua hal yang perlu dilakukan agar mimpi Tuhan menjadi realita.

Pertama, kita harus rela bersabar menanti manifestasi mimpi tersebut. Yusuf menunggu selama 13 tahun – dari umur 17 sampai 30 tahun – untuk mimpi Tuhan digenapi.

Kedua, kita harus selalu menjaga hati agar mimpi itu tetap hidup. Setan selalu mencoba mencuri mimpi Tuhan sebab dia tidak suka jika kita menjadi seperti yang Tuhan mau.

Setan berusaha keras mematikan mimpi Tuhan di kita dengan menembakkan kepahitan, kekecewaan dan kuatir di hati kita. Dia juga akan melemparkan berbagai godaan supaya kita jatuh dalam dosa dan kehilangan mimpinya Tuhan. Yusuf mengalami godaan di rumah Potifar melalui istri Potifar. Tetapi Yusuf menjaga hati sepenuhnya untuk mimpi Tuhan. Hanya dibutuhkan beberapa tahun lagi sebelum mimpi Tuhan bagi Yusuf tercapai, yaitu menjadi perdana menteri Mesir.

Tahukah Anda mimpi Tuhan bagi Anda? Jika belum, mintalah kepada Tuhan supaya Dia mewahyukan mimpi-mimpi-Nya di hati Anda, agar Anda tahu ke mana Ia membawa Anda. Tidak jadi soal, apakah Anda baru bertobat atau sudah lama menjadi anak Tuhan; Dia berkata bahwa mimpi-Nya tersedia bagi semua orang percaya. Jika Anda percaya, maka mimpi Tuhan itu akan menjadi milik Anda.


… dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” – 2 Tawarikh 7:14.

If My people, who are called by My name, shall humble themselves, pray, seek, crave, and require of necessity My face and turn from their wicked ways, then will I hear from heaven, forgive their sin, and heal their land. – 2 Chronicles 7: 14 (Ampl.)


Ada sesuatu dari doa korporat yang dinaikkan dari rumah Tuhan. Ada kuasa yang berbeda dari doa yang Anda naikkan seorang diri di kamar doa Anda.

Doa adalah kebutuhan orang Kristen. Orang Kristen yang tidak berdoa adalah orang Kristen yang gagal. Anda mungkin punya program doa tetapi bukan kehidupan doa. Tanpa doa, Anda menghalangi diri sendiri dari destinasi yang Tuhan sediakan bagi Anda. Setiap orang Kristen yang berdoa, tidak terbatas kesuksesannya. Yusuf, Daud, Salomo suka berdoa dan mereka adalah orang-orang yang sukses, berkuasa dan kaya.

Firman-Nya berkata bahwa Tuhan selalu menjawab doa. Hanya ada satu jawaban Tuhan, yaitu “ya”. Tidak ada jawaban “nanti dulu” atau “tidak”; asal kita berdoa sesuai dengan firman-Nya. Saya tidak mau sekedar berdoa, tetapi saya mau berdoa yang membawa hasil, doa yang mendapat jawaban Tuhan.

Memang tidak semua doa didengar Tuhan. Karena kalau ada niat jahat dalam hati Anda, ada motivasi-motivasi pribadi, tentulah Tuhan tidak mau mendengar (Mazmur 66:18). Kalau doa Anda tidak didengar Tuhan, jangan mimpi mendapat jawaban.

Di 2 Tawarikh 7:14, Salomo memberikan kunci untuk menerima jawaban doa, yaitu

  1. Humble ourselves, rendahkan diri
  2. Seek God’s face, mencari wajah Tuhan
  3. Crave for Him, lapar akan Dia
  4. See prayer as a necessity, membuat doa sebagai kebutuhan
  5. Turn from wicked ways, meninggalkan jalan-jaln yang jahat

Maka mata Tuhan terbuka dan telinga-Nya mendengarkan doa Anda, memberikan perhatian kepada doa yang dipanjatkan dari tempat ini (2 Tawarikh 7:15-16). Dia mengampuni dosa Anda dan menyembuhkan perusahan Anda, menyembuhkan perkawinan Anda.

Merendahkan diri adalah posisi hati yang tunduk di bawah kehendak Allah, sehingga kehendak Allah yang terjadi. Ketika kehendak Anda tidak ditundukkan kepada kehendak-Nya, maka sekalipun posisi badan Anda tesungkur, tidak terjadi apa-apa.

Mencari wajah Tuhan dengan hati yang lapar. Craving artinya mengidam (seperti terjadi pada orang hamil yang menginginkan sesuatu dengan sangat). Anda tidak bisa berdoa tanpa ada hati yang craving for God, sangat lapar dan haus akan Tuhan dan hanya Dia.

Doa adalah kebutuhan – bukan program, bila Anda mau hidup sebagai Kristen yang sukses. Karena melalui doa, kita datang kepada-Nya untuk mendapatkan pertolongan pada waktunya.

Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. – Ibrani 4:16.

Bila Anda selalu merindukan Tuhan, selalu haus dan lapar akan Dia, Anda akan mempunyai kehidupan doa yang penuh gairah, full of zeal and full of excitement. Mengapa? Karena Anda yakin terima jawaban.

… dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” - Yohanes 14:13-14.

Kita mendapat jaminan dari Tuhan Yesus sendiri bahwa doa kita dijawab. Tuhan menjawab setiap doa, supaya Allah Bapa dipermuliakan. Dengan iman saya berdoa dan dengan iman saya menerima jawaban Tuhan. Karena firman-Nya berkata, apa saja yang saya minta dan doakan, percayalah bahwa saya telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepada saya (Markus 11:24). Karena itu, kita bisa berdoa dengan sungguh-sungguh, dengan mendidih dari hati yang percaya. Percaya di hati, bukan di kepala.

Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. – Yakobus 5:16.

Tuhan berkata, Anda dan saya adalah manusia biasa seperti Elia. Jadi, kita pun bisa berdoa dengan kuasa yang besar. Kenapa dikatakan doa orang benar? Karena iman dalam kasih karunia-Nya yang membenarkan kita di hadapan Allah Bapa. Dengan iman kita percaya akan janji ini.

The earnest (heartfelt, continued) prayer of a righteous man makes tremendous power available [dynamic in its working]. – James 5:16 Amp.

Earnest artinya sungguh-sungguh. Pada waktu Anda berdoa dengan hati yang sungguh-sungguh, hati yang membara, panas dan bergairah, sangat passionate seperti air mendidih; maka kuasa yang tersedia akan bekerja dengan sangat dinamis. Anda berdoa dengan desperate akan jawaban, berdoa dengan ekspresif, karena peperangan yang kita hadapi real!

Jangan terjebak dalam doa rutinitas, karena tidak akan membawa hasil. Berdoalah dari hati yang mendidih dan sangat yakin, doa Anda sangat besar kuasanya.

Prinsip Buah Sulung



Penting bagi orang percaya untuk mengerti apa itu buah sulung dan memahami prinsip yang mendasari buah sulung serta berkat yang dihasilkan olehnya. Buah sulung bukanlah tuntutan legalistik yang mutlak harus dilakukan seperti sepuluh perintah Allah. Namun ketika buah sulung dilakukan, ada terobosan yang membawa kita ke dalam tingkatan berkat Tuhan yang lebih besar, yang memampukan kita melakukan visi Tuhan yang besar pula.

Prinsip buah sulung terlihat dari pola / pattern / model yang berulang-ulang terjadi di sepanjang Alkitab dari perjanjian lama sampai perjanjian baru. Pola ini menunjukkan cara-Nya bekerja.

Prinsip Buah Sulung di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru
Beberapa contoh karakter-karakter di Alkitab yang memberikan persembahan buah sulung adalah:

  • Habel mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya (Kejadian 4:4)
  • Abraham merelakan putra tunggalnya yang sulung, yang amat dikasihinya sebagai korban bakaran bagi Tuhan (Kejadian 22).
  • Hana bernazar akan mendedikasikan anak pertamanya kepada Tuhan jika Tuhan membuka kandungannya dan memberikan seorang anak laki-laki kepadanya (1 Samuel 1:10).
  • Janda di Sarfat mendahulukan Elia dengan memberikan makanan terakhirnya (1 Raja-raja 17). Janda ini adalah satu-satunya janda di Israel yang bertahan hidup di tengah kelaparan yang hebat yang melanda seluruh negeri (Lukas 4:25-26).

Prinsip Buah Sulung: Menghormati Tuhan Dengan Yang Pertama Dan Terbaik
Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. – Amsal 3:9-10.

Prinsip dari buah sulung adalah menghormati Tuhan dengan yang pertama, yang terbaik, yang terbesar.

Di Maleakhi 1:13-14, Tuhan menyatakan bahwa nilai dan besarnya persembahan kita kepada Tuhan menggambarkan seberapa kita mencintai Tuhan dan seberapa kita takut akan Dia. Kepada orang yang intim dan takut akan Dia, Tuhan menyingkapkan jalan-jalan-Nya (Mazmur 25:14). Takut akan Allah yang diekspresikan dengan pemberian yang terbaik, akan membuat kita bertemu dengan kelimpahan dari Tuhan seperti yang dialami Abraham di Kejadian 22:11-18.

Allah Bapa telah melakukan prinsip buah sulung. Ia memberikan yang terbaik, yang paling berharga yaitu Yesus Kristus kepada kita (1 Korintus 15:20). Untuk alasan itulah Yesus turun ke dunia menjadi manusia. Yesus menjadi satu adonan dengan kita.

Prinsip Buah Sulung: Menguduskan Seluruhnya
Jikalau roti sulung adalah kudus, maka seluruh adonan juga kudus, dan jikalau akar adalah kudus, maka cabang-cabang juga kudus. – Roma 11:16.

Ketika Yesus dipersembahkan sebagai Buah Sulung, maka sisa adonan – yaitu kita – dikuduskan Allah. Kita sebagai orang yang dikuduskan mempunyai asal yang sama (Ibrani 2:11), sehingga kita disebut saudara. Luar biasa!!!

Prinsip yang sama bekerja ketika kita memberikan persembahan buah sulung. Seluruh sisa dari yang sulung akan dikuduskan dan dipisahkan bagi Tuhan. Berarti Tuhan akan memperlakukan sisanya sebagai milik-Nya sendiri. Dia akan memelihara, memberkati, menumbuhkan, menambahkan dan memperluas sampai ke kapasitas yang sangat besar, karena Dia adalah Allah yang memberi pertambahan (Mazmur 115:14).

Prinsip Buah Sulung: Melepaskan Caused Blessing
Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. – Amsal 3:9-10.

Buah sulung menghasilkan a caused blessing, yaitu berkat melimpah yang kita ciptakan atau inisiasikan sendiri di atas berkat yang Tuhan anugerahkan kepada kita terlepas dari apa yang kita lakukan (default blessing). Berkat akan tinggal kepada kita, menyertai kita sepanjang hidup. Berkat tidak datang dan pergi.

Prinsip Buah Sulung: Berkat 1000 Generasi
Dan yang terbaik dari buah sulung apa pun dan segala persembahan khususmu adalah bagian imam-imam; juga yang terbaik dari tepung jelaimu harus kamu berikan kepada imam supaya rumah-rumahmu mendapat berkat. – Yehezkiel 44:30

Dalam bahasa Ibrani, “rumah” berbicara mengenai garis keturunan, bukan bangunan fisik. Daud membuat perjanjian dengan Tuhan, yang disebut sebagai perjanjian kasih setia (sure mercy covenant).

Perjanjian ini membuat Daud dan keturunannya diberkati selamanya, bahkan saat Yehuda berdosa, ia diluputkan dari penghakiman Allah karena perjanjian itu. “Namun demikian, TUHAN tidak mau memusnahkan Yehuda oleh karena Daud, hamba-Nya, sesuai dengan yang dijanjikan-Nya kepada Daud, bahwa Ia hendak memberikan keturunan kepadanya dan kepada anak-anaknya untuk selama-lamanya.” – 2 Raja-Raja 8:19.

Buah sulung membuat keturunan kita dapat mengambil bagian dalam perjanjian kita dengan Allah dan memastikan berkat turun pada mereka, sampai ke seribu generasi.

Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan. – Mazmur 105:8

Ketika Anda dengan penuh iman berani melangkah ke tempat yang lebih dalam dengan menerapkan prinsip buah sulung, Anda akan melihat terobosan-terobosan terjadi di dalam kehidupan Anda. Kesaksian hidup Abraham, Daud, Hana, Hizkia dan banyak karakter lainnya di Alkitab adalah bukti akan kuasa luar biasa yang terdapat di dalam prinsip buah sulung.

Prinsip buah sulung membuat terobosan yang membawa kita naik ke dalam tingkatan berkat Tuhan yang lebih besar untuk visi Tuhan yang besar pula. Jangan berhenti pada tingkatan berkat default blessing, mari masuk ke tingkatan caused blessings.


WELCOME

Selamat Datang Para Ksatria - Ksatria Allah.
Bangkitlah. Majulah Berperang. Sebab Allah Yang Menjadi Panglimamu.
Engkau Bagaikan Anak Panah Ditangan Pahlawan.