24 Januari 2009

Membawa Mimpi Tuhan Jadi Realita


Seorang ibu yang mengandung, sementara bayinya masih dalam kandungan, sang ibu sudah memiliki begitu banyak impian dan harapan tentang masa depan bayinya. Bahwa kelak anaknya menjadi orang yang sukses.

Demikian pula Tuhan. Dia memiliki mimpi untuk Anda dan saya. Lama sebelum kita mengenal Tuhan, Dia sudah punya destinasi, impian dan harapan tentang bagaimana hidup kita.

Detik kita bertobat, Tuhan mulai menanam impian-Nya di hati kita. Dia mengkomunikasikan mimpiNya melalui firman. Semakin setia kita mengikut Tuhan, semakin kuat impresi mimpi itu.

Salah satu impian Tuhan tertulis di Yeremia 29:11 yang berbunyi:

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Di sini Tuhan berkata bahwa Dia sudah mempersiapkan masa depan yang baik untuk kita semua. Seperti seorang ibu yang yang punya rancangan-rancangan yang baik bagi anaknya, demikian juga Tuhan. Namun ada perbedaan antara impian seornang ibu dan impian Tuhan.

Impian Tuhan akan hidup selamanya di roh kita. Impian Tuhan tidak akan mati asal kita tidak menyimpan kepahian, kecewa dan kuatir. Dari pihak kita, diperlukan kerjasama untuk membuat impian Tuhan termanifestasi. Ada dua hal yang perlu dilakukan agar mimpi Tuhan menjadi realita.

Pertama, kita harus rela bersabar menanti manifestasi mimpi tersebut. Yusuf menunggu selama 13 tahun – dari umur 17 sampai 30 tahun – untuk mimpi Tuhan digenapi.

Kedua, kita harus selalu menjaga hati agar mimpi itu tetap hidup. Setan selalu mencoba mencuri mimpi Tuhan sebab dia tidak suka jika kita menjadi seperti yang Tuhan mau.

Setan berusaha keras mematikan mimpi Tuhan di kita dengan menembakkan kepahitan, kekecewaan dan kuatir di hati kita. Dia juga akan melemparkan berbagai godaan supaya kita jatuh dalam dosa dan kehilangan mimpinya Tuhan. Yusuf mengalami godaan di rumah Potifar melalui istri Potifar. Tetapi Yusuf menjaga hati sepenuhnya untuk mimpi Tuhan. Hanya dibutuhkan beberapa tahun lagi sebelum mimpi Tuhan bagi Yusuf tercapai, yaitu menjadi perdana menteri Mesir.

Tahukah Anda mimpi Tuhan bagi Anda? Jika belum, mintalah kepada Tuhan supaya Dia mewahyukan mimpi-mimpi-Nya di hati Anda, agar Anda tahu ke mana Ia membawa Anda. Tidak jadi soal, apakah Anda baru bertobat atau sudah lama menjadi anak Tuhan; Dia berkata bahwa mimpi-Nya tersedia bagi semua orang percaya. Jika Anda percaya, maka mimpi Tuhan itu akan menjadi milik Anda.


… dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” – 2 Tawarikh 7:14.

If My people, who are called by My name, shall humble themselves, pray, seek, crave, and require of necessity My face and turn from their wicked ways, then will I hear from heaven, forgive their sin, and heal their land. – 2 Chronicles 7: 14 (Ampl.)


Ada sesuatu dari doa korporat yang dinaikkan dari rumah Tuhan. Ada kuasa yang berbeda dari doa yang Anda naikkan seorang diri di kamar doa Anda.

Doa adalah kebutuhan orang Kristen. Orang Kristen yang tidak berdoa adalah orang Kristen yang gagal. Anda mungkin punya program doa tetapi bukan kehidupan doa. Tanpa doa, Anda menghalangi diri sendiri dari destinasi yang Tuhan sediakan bagi Anda. Setiap orang Kristen yang berdoa, tidak terbatas kesuksesannya. Yusuf, Daud, Salomo suka berdoa dan mereka adalah orang-orang yang sukses, berkuasa dan kaya.

Firman-Nya berkata bahwa Tuhan selalu menjawab doa. Hanya ada satu jawaban Tuhan, yaitu “ya”. Tidak ada jawaban “nanti dulu” atau “tidak”; asal kita berdoa sesuai dengan firman-Nya. Saya tidak mau sekedar berdoa, tetapi saya mau berdoa yang membawa hasil, doa yang mendapat jawaban Tuhan.

Memang tidak semua doa didengar Tuhan. Karena kalau ada niat jahat dalam hati Anda, ada motivasi-motivasi pribadi, tentulah Tuhan tidak mau mendengar (Mazmur 66:18). Kalau doa Anda tidak didengar Tuhan, jangan mimpi mendapat jawaban.

Di 2 Tawarikh 7:14, Salomo memberikan kunci untuk menerima jawaban doa, yaitu

  1. Humble ourselves, rendahkan diri
  2. Seek God’s face, mencari wajah Tuhan
  3. Crave for Him, lapar akan Dia
  4. See prayer as a necessity, membuat doa sebagai kebutuhan
  5. Turn from wicked ways, meninggalkan jalan-jaln yang jahat

Maka mata Tuhan terbuka dan telinga-Nya mendengarkan doa Anda, memberikan perhatian kepada doa yang dipanjatkan dari tempat ini (2 Tawarikh 7:15-16). Dia mengampuni dosa Anda dan menyembuhkan perusahan Anda, menyembuhkan perkawinan Anda.

Merendahkan diri adalah posisi hati yang tunduk di bawah kehendak Allah, sehingga kehendak Allah yang terjadi. Ketika kehendak Anda tidak ditundukkan kepada kehendak-Nya, maka sekalipun posisi badan Anda tesungkur, tidak terjadi apa-apa.

Mencari wajah Tuhan dengan hati yang lapar. Craving artinya mengidam (seperti terjadi pada orang hamil yang menginginkan sesuatu dengan sangat). Anda tidak bisa berdoa tanpa ada hati yang craving for God, sangat lapar dan haus akan Tuhan dan hanya Dia.

Doa adalah kebutuhan – bukan program, bila Anda mau hidup sebagai Kristen yang sukses. Karena melalui doa, kita datang kepada-Nya untuk mendapatkan pertolongan pada waktunya.

Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. – Ibrani 4:16.

Bila Anda selalu merindukan Tuhan, selalu haus dan lapar akan Dia, Anda akan mempunyai kehidupan doa yang penuh gairah, full of zeal and full of excitement. Mengapa? Karena Anda yakin terima jawaban.

… dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” - Yohanes 14:13-14.

Kita mendapat jaminan dari Tuhan Yesus sendiri bahwa doa kita dijawab. Tuhan menjawab setiap doa, supaya Allah Bapa dipermuliakan. Dengan iman saya berdoa dan dengan iman saya menerima jawaban Tuhan. Karena firman-Nya berkata, apa saja yang saya minta dan doakan, percayalah bahwa saya telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepada saya (Markus 11:24). Karena itu, kita bisa berdoa dengan sungguh-sungguh, dengan mendidih dari hati yang percaya. Percaya di hati, bukan di kepala.

Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. – Yakobus 5:16.

Tuhan berkata, Anda dan saya adalah manusia biasa seperti Elia. Jadi, kita pun bisa berdoa dengan kuasa yang besar. Kenapa dikatakan doa orang benar? Karena iman dalam kasih karunia-Nya yang membenarkan kita di hadapan Allah Bapa. Dengan iman kita percaya akan janji ini.

The earnest (heartfelt, continued) prayer of a righteous man makes tremendous power available [dynamic in its working]. – James 5:16 Amp.

Earnest artinya sungguh-sungguh. Pada waktu Anda berdoa dengan hati yang sungguh-sungguh, hati yang membara, panas dan bergairah, sangat passionate seperti air mendidih; maka kuasa yang tersedia akan bekerja dengan sangat dinamis. Anda berdoa dengan desperate akan jawaban, berdoa dengan ekspresif, karena peperangan yang kita hadapi real!

Jangan terjebak dalam doa rutinitas, karena tidak akan membawa hasil. Berdoalah dari hati yang mendidih dan sangat yakin, doa Anda sangat besar kuasanya.

Prinsip Buah Sulung



Penting bagi orang percaya untuk mengerti apa itu buah sulung dan memahami prinsip yang mendasari buah sulung serta berkat yang dihasilkan olehnya. Buah sulung bukanlah tuntutan legalistik yang mutlak harus dilakukan seperti sepuluh perintah Allah. Namun ketika buah sulung dilakukan, ada terobosan yang membawa kita ke dalam tingkatan berkat Tuhan yang lebih besar, yang memampukan kita melakukan visi Tuhan yang besar pula.

Prinsip buah sulung terlihat dari pola / pattern / model yang berulang-ulang terjadi di sepanjang Alkitab dari perjanjian lama sampai perjanjian baru. Pola ini menunjukkan cara-Nya bekerja.

Prinsip Buah Sulung di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru
Beberapa contoh karakter-karakter di Alkitab yang memberikan persembahan buah sulung adalah:

  • Habel mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya (Kejadian 4:4)
  • Abraham merelakan putra tunggalnya yang sulung, yang amat dikasihinya sebagai korban bakaran bagi Tuhan (Kejadian 22).
  • Hana bernazar akan mendedikasikan anak pertamanya kepada Tuhan jika Tuhan membuka kandungannya dan memberikan seorang anak laki-laki kepadanya (1 Samuel 1:10).
  • Janda di Sarfat mendahulukan Elia dengan memberikan makanan terakhirnya (1 Raja-raja 17). Janda ini adalah satu-satunya janda di Israel yang bertahan hidup di tengah kelaparan yang hebat yang melanda seluruh negeri (Lukas 4:25-26).

Prinsip Buah Sulung: Menghormati Tuhan Dengan Yang Pertama Dan Terbaik
Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. – Amsal 3:9-10.

Prinsip dari buah sulung adalah menghormati Tuhan dengan yang pertama, yang terbaik, yang terbesar.

Di Maleakhi 1:13-14, Tuhan menyatakan bahwa nilai dan besarnya persembahan kita kepada Tuhan menggambarkan seberapa kita mencintai Tuhan dan seberapa kita takut akan Dia. Kepada orang yang intim dan takut akan Dia, Tuhan menyingkapkan jalan-jalan-Nya (Mazmur 25:14). Takut akan Allah yang diekspresikan dengan pemberian yang terbaik, akan membuat kita bertemu dengan kelimpahan dari Tuhan seperti yang dialami Abraham di Kejadian 22:11-18.

Allah Bapa telah melakukan prinsip buah sulung. Ia memberikan yang terbaik, yang paling berharga yaitu Yesus Kristus kepada kita (1 Korintus 15:20). Untuk alasan itulah Yesus turun ke dunia menjadi manusia. Yesus menjadi satu adonan dengan kita.

Prinsip Buah Sulung: Menguduskan Seluruhnya
Jikalau roti sulung adalah kudus, maka seluruh adonan juga kudus, dan jikalau akar adalah kudus, maka cabang-cabang juga kudus. – Roma 11:16.

Ketika Yesus dipersembahkan sebagai Buah Sulung, maka sisa adonan – yaitu kita – dikuduskan Allah. Kita sebagai orang yang dikuduskan mempunyai asal yang sama (Ibrani 2:11), sehingga kita disebut saudara. Luar biasa!!!

Prinsip yang sama bekerja ketika kita memberikan persembahan buah sulung. Seluruh sisa dari yang sulung akan dikuduskan dan dipisahkan bagi Tuhan. Berarti Tuhan akan memperlakukan sisanya sebagai milik-Nya sendiri. Dia akan memelihara, memberkati, menumbuhkan, menambahkan dan memperluas sampai ke kapasitas yang sangat besar, karena Dia adalah Allah yang memberi pertambahan (Mazmur 115:14).

Prinsip Buah Sulung: Melepaskan Caused Blessing
Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. – Amsal 3:9-10.

Buah sulung menghasilkan a caused blessing, yaitu berkat melimpah yang kita ciptakan atau inisiasikan sendiri di atas berkat yang Tuhan anugerahkan kepada kita terlepas dari apa yang kita lakukan (default blessing). Berkat akan tinggal kepada kita, menyertai kita sepanjang hidup. Berkat tidak datang dan pergi.

Prinsip Buah Sulung: Berkat 1000 Generasi
Dan yang terbaik dari buah sulung apa pun dan segala persembahan khususmu adalah bagian imam-imam; juga yang terbaik dari tepung jelaimu harus kamu berikan kepada imam supaya rumah-rumahmu mendapat berkat. – Yehezkiel 44:30

Dalam bahasa Ibrani, “rumah” berbicara mengenai garis keturunan, bukan bangunan fisik. Daud membuat perjanjian dengan Tuhan, yang disebut sebagai perjanjian kasih setia (sure mercy covenant).

Perjanjian ini membuat Daud dan keturunannya diberkati selamanya, bahkan saat Yehuda berdosa, ia diluputkan dari penghakiman Allah karena perjanjian itu. “Namun demikian, TUHAN tidak mau memusnahkan Yehuda oleh karena Daud, hamba-Nya, sesuai dengan yang dijanjikan-Nya kepada Daud, bahwa Ia hendak memberikan keturunan kepadanya dan kepada anak-anaknya untuk selama-lamanya.” – 2 Raja-Raja 8:19.

Buah sulung membuat keturunan kita dapat mengambil bagian dalam perjanjian kita dengan Allah dan memastikan berkat turun pada mereka, sampai ke seribu generasi.

Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan. – Mazmur 105:8

Ketika Anda dengan penuh iman berani melangkah ke tempat yang lebih dalam dengan menerapkan prinsip buah sulung, Anda akan melihat terobosan-terobosan terjadi di dalam kehidupan Anda. Kesaksian hidup Abraham, Daud, Hana, Hizkia dan banyak karakter lainnya di Alkitab adalah bukti akan kuasa luar biasa yang terdapat di dalam prinsip buah sulung.

Prinsip buah sulung membuat terobosan yang membawa kita naik ke dalam tingkatan berkat Tuhan yang lebih besar untuk visi Tuhan yang besar pula. Jangan berhenti pada tingkatan berkat default blessing, mari masuk ke tingkatan caused blessings.


WELCOME

Selamat Datang Para Ksatria - Ksatria Allah.
Bangkitlah. Majulah Berperang. Sebab Allah Yang Menjadi Panglimamu.
Engkau Bagaikan Anak Panah Ditangan Pahlawan.