04 Maret 2009

Anak Kecil Yang Setia

Di suatu pagi hari, seorang anak kecil terlihat seperti sedang menunggu di sebuah taman bermain. Dengan sebuah bola basket yang dipegangnya, anak kecil tersebut tetap duduk tenang. Entah apa yang membuatnya seperti itu? Siapakah orang yang ditunggunya tersebut?

Anak kecil tersebut sesekali tertunduk, sesekali juga menengok ke arah jalan. Seperti ada yang mengganggu dirinya. Teman-teman anak kecil tersebut datang menghampirinya sembari mengajaknya untuk bermain. Ajakan itu ditolak halus oleh anak kecil tersebut. Anak kecil tersebut akhirnya ditinggalkan sendiri oleh teman-temannya. Anehnya, anak kecil tersebut tidak menunjukkan kesedihan.

Tidak terasa waktu telah berlalu selama satu jam, tetapi anak tersebut tidak berpaling dari tempat duduknya. Sebuah mobil yang seperti dikenalnya melintas di depan jalan taman dan dia mulai menatap tajam mobil tersebut ketika berhenti parkir. Tapi, dia kecewa ketika orang yang keluar dari mobil tersebut bukan orang yang ditunggunya.

Dia terus menunggu dan menunggu. Tanpa disadarinya, ada sesosok tubuh manusia berada di belakangnya. Orang tersebut duduk di samping anak kecil yang sedang tertunduk lesu. Awalnya anak ini biasa saja sikapnya ketika orang tersebut duduk di sampingnya, tetapi tiba-tiba mukanya ceria melihat orang tersebut, yang tidak lain adalah ayahnya sendiri. Ya, anak ini sedang menunggu ayahnya yang baru pulang dari luar kota karena ada bisnis.

Sebelum pergi ke luar kota, ayahnya telah berjanji kepada anak kecil ini setiba pulang dari luar kota, ia akan bermain basket di taman dengan anaknya. Ayahnya menepati janjinya dan anak kecil tersebut dengan wajah yang sumringah mengajak ayahnya untuk bermain basket bersama.

Sering kali dalam hubungan kita dengan Bapa di Surga juga seperti itu, kita sepertinya menunggu DIA berbicara. Tanpa sadar dalam masa penantian jawaban tersebut, kita terkadang goyah terhadap janji Bapa di Surga yang telah diucapkan kepada kita. Jadilah seperti anak kecil tersebut yang tanpa lelah untuk menunggu ayahnya datang ke taman tersebut. Percayalah kepada Bapa di Surga, DIA pasti menepati janji-janji yang diucapkan kepada anak-anakNya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh-Nya.

Syarat Mutlak

2 Timotius 4:5
Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

"Untuk jabatan menteri ekonomi, penekanan kompetensi jelas harus didahulukan di atas segala-galanya termasuk di atas konsesi politis. Selain itu, pertimbangan lain adalah kejujuran, loyalitas, dan integritas yang teruji," ujar seorang calon presiden saat ditanya pendapatnya tentang persyaratan pejabat negara.

Pada dasarnya, setiap tugas menuntut persyaratan minimal yang harus dipenuhi oleh para pengembannya. Hal ini juga berlaku dalam pelayanan. Untuk membantu pelayanan di sebuah gereja lokal di zaman gereja mula-mula, Paulus mematok persyaratan minimal yang harus dipenuhi oleh seseorang yang hendak ikut ambil bagian dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Misalnya: bukan orang yang baru bertobat, suami dari satu isteri dan dapat mengelola rumah tangganya dengan baik. Di samping itu, orang tersebut juga orang yang cakap mengajar (1 Timotius 3:2). Bagi orang yang memenuhi kriteria tersebut dan bersedia mengambil bagian dalam pelayanan, ini juga dapat diartikan bahwa Tuhan telah memberi kepercayaan dan kesanggupan untuk melakukan suatu tugas. Hal ini penting karena hamba Tuhan merupakan figur yang berbicara bukan hanya melalui perkataan, melainkan juga melalui perbuatan dalam kehidupan sehari-harinya.

Marilah kita terus meningkatkan kualifikasi kita sehingga semakin sepadan dengan panggilan yang kita emban.

Tidak ada orang yang bertahan dalam sukses tanpa belajar mengembangkan diri terus-menerus.

Sumber : Jawaban.


ang Pertama Saya Lihat


2 Korintus 12:9
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Fanny Crosby telah mewariskan lebih dari 8.000 lagu rohani kepada kita. Meskipun menderita kebutaan semenjak berusia 6 minggu, ia tidak memendam kepahitan. Suatu hari seorang pendeta mengungkapkan rasa simpatiknya, "Saya rasa, sungguh membangkitkan belas kasihan, bahwa Sang Pencipta tidak memberi Anda penglihatan, padahal Ia memberikan banyak sekali karunia lain kepada Anda."

Dengan tangkas Fanny menjawab, "Tahukan Anda, seandainya saat lahir saya bisa mengajukan permohonan, saya akan meminta dilahirkan buta?" "Mengapa?" rohaniwan itu terperanjat. "Karena bila saya naik ke surga nanti, wajah pertama yang akan membangkitkan sukacita dalam pandangan saya adalah wajah Sang Juruselamat!"

Sebuah kerinduan yang mengagumkan! Mata hati Fanny hanya tertuju pada kemuliaan Allah dan Juruselamatnya. Itulah yang membebaskannya dari kepahitan. Meski buta, ia "melihat"!

Kita mungkin juga memiliki cacat atau kelemahan tertentu yang tak tersembuhkan - suatu "duri dalam daging". Kita bisa memilih untuk menjadi kepahitan karenanya, atau, seperti ditegaskan oleh nas hari ini dan juga oleh pengalaman Fanny Crosby, kita dapat menjadikannya sebagai batu loncatan untuk merngandalkan Tuhan dalam kelemahan tersebut. Manakah yang Anda pilih?

Bagi orang yang berpikiran positif, kelemahan diri pun bisa menjadi peluang untuk meraih sukses.

Sumber : Jawaban.


Ketika Kita Gagal

Roma 2:4b
Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?

Dua adegan ini berlangsung pararel. Yang satu di atas gunung, yang lain di dalam lembah. Di atas gunung, Musa menerima hukum Taurat. Tuhan memberikan berbagai petunjuk kepadanya, termasuk penetapan Harun sebagai imam besar. Di dalam lembah, Harun memimpin bangsa Israel selama Musa naik ke gunung. Apa yang dia lakukan? Membuat patung lembu emas.

Peristiwa ini menggarisbawahi satu hal: Betapa lapangnya hati Allah! Ia Allah yang Mahatahu. Ia melihat apa yang dilakukan Harun di bawah sana. Namun, Ia tetap memberikan petunjuk kepada Musa mengenai peran Harun sebagai imam. Dan nantinya, Ia tidak membatalkan karunia dan panggilan-Nya atas Harun.

Pernahkan Anda membuat "patung lembu emas"? Dalam taraf yang berbeda-beda, kita semua pernah membangkang terhadap Tuhan - melakukan kesalahan atau mengalami kegagalan. Hal ini tak jarang membuat kita merasa tidak layak "dipakai" oleh Tuhan. Berkubang dalam lumpur rasa bersalah, Anda merasa menghadapi jalan buntu. Bila keadaan semacam ini membelit Anda, renungkanlah sikap Allah terhadap Harun. Apa pun kesalahan atau kegagalan Anda, selalu ada kesempatan baru bagi Anda. Kemurahan Allah jauh lebih besar daripada pelanggaran kita. Kuncinya, kita perlu menyadari bahwa kemurahan Allah bukanlah pintu belakang untuk menyelinap dan berkompromi dengan dosa, melainkan sebuah jalan menuju pertobatan. Maukan Anda menempuhnya?

Jika Anda mau belajar dari kegagalan, Anda belum benar-benar gagal.

Sumber : Jawaban.


Dilindungi oleh Kasih

Matius 5:44-45
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

Kasihilah musuhmu... siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu... Bagi kebanyakan orang, hal ini dianggap sebagai suatu kelemahan. Tetapi, kebenarannya ialah, itulah cara terampuh untuk mengalahkan musuh terkuat. Itulah cara Yesus menanganinya, dan cara-Nya tidak pernah gagal.

Ketika Yesus mengatakan untuk memberikan pipi lainnya untuk ditampar, Dia bermaksud agar Anda berdiri dalam kasih dan dalam iman untuk mempercayai bahwa kuasa perlindungan Tuhan yang mengiringi kasih itu akan menjaga Anda.

Kisah dari Nicky Cruz seperti yang ditulis dalam buku David Wilkerson, The Cross and the Switchblade adalah contoh terbaik mengenai hal itu. Nicky terkenal sebagai pemimpin geng paling kejam pada masanya. Namun ketika David Wikerson berdiri di hadapannya dan memberitahukannya tentang Yesus, Nicky sama sekali tidak sanggup melukainya. Nicky mencoba menusukkan pisaunya kepada David beberapa kali. Tetapi setiap kali dia melakukannya, David hanya berkata, "Nicky, engkau dapat memotongku sampai seribu irisan dan setiap irisan tetap akan berkata, aku mengasihimu dan Tuhan mengasihimu." Karena kasih, Nicky tidak dapat menghujamkan pisaunya kepada David. Satu kuasa adikodrati selalu mencegahnya.

Mungkin Anda berkata, "Tetapi saya tidak memiliki kasih semacam itu!" Tahukah Anda bahwa Anda telah memiliki kasih itu? Roma 5:5 memberitahukan kita bahwa kasih Tuhan dicurahkan sepenuhnya di hati Anda oleh Roh Kudus.Yang harus Anda lakukan hanyalah mengambil keputusan untuk digerakkan oleh kasih itu dan bukannya oleh perasaan manusiawi Anda sendiri.

Kasih tidak pernah gagal! Anda tidak perlu lagi takut akan kegagalan. Bahkan sebenarnya, Anda tidak perlu takut apa pun. Jika Anda sedang berjalan dalam kasih Allah, maka Anda sedang menghayati jenis kehidupan yang paling berkuasa di dunia!

Hasrat kita untuk terlihat kuat sering kali menghalangi kasih itu dinyatakan melalui hidup Anda.


Sumber : Jawaban.

WELCOME

Selamat Datang Para Ksatria - Ksatria Allah.
Bangkitlah. Majulah Berperang. Sebab Allah Yang Menjadi Panglimamu.
Engkau Bagaikan Anak Panah Ditangan Pahlawan.