25 Mei 2008

Kekuatan Pujian


Ini kisah nyata tentang seorang penyanyi terkenal di Eropa, wanita bersuara bagus. Dia bersuamikan seorang pemusik dan seorang pengarang lagu. Begitu pandainya sang suami ini tentang lagu, nada, birama dan hal lain di bidang musik, sehingga dia selalu menemukan apa yang harus dikoreksi ketika istrinya menyanyi.

Kalau istrinya menyanyi, selalu saja ada komentar dan kritik seperti; bagian depan kurang tinggi. Lain kali dia berkata, bagian ini kurang pelan. Kali lain dia mengkritik, bagian akhir harusnya "kres", naik sedikit. Selalu saja ada komentar pedas yang dia lontarkan kalau istrinya menyanyi dan bersenandung. Akhirnya wanita itu malas menyanyi. Dia mengambil keputusan, "Wah, tidak usah menyanyi saja, jika semua salah. Malah kadang menjadi pertengkaran..."

Singkat cerita, karena suatu musibah, sang suami meninggal dan lama setelah itu si wanita menikah lagi dengan seorang tukang ledeng. Tukang ledeng ini tidak tahu menahu soal musik. Yang ia tahu istrinya bersuara bagus dan dia selalu memuji istrinya kalau bernyanyi.

Suatu ketika istrinya bertanya, "Pa, bagaimana laguku?"

Dia menjawab antusias, "Ma, saya ini selalu ingin cepat pulang karena mau dengar engkau menyanyi."

Lain kali dia berkata, "Ma, kalau saya tidak menikah dengan engkau, mungkin saya sudah tuli karena bunyi dentuman, bunyi gergaji, bunyi cericit drat pipa ledeng, gesekan pipa ledeng dan bunyi pipa lainnya yang saya dengar sepanjang hari kalau saya bekerja. Sebelum saya menikah dengamu, saya sering mimpi dan terngiang-ngiang suara gergaji yang tidak mengenakkan itu ketika tidur. Sekarang setelah menikah dan sering mendengar engkau menyanyi, lagumulah yang terngiang-ngiang."

Istrinya sangat bersukacita, tersanjung. Hal itu membuat dia gemar bernyanyi, bernyanyi dan bernyanyi. Mandi dia bernyanyi, masak dia bernyanyi dan tanpa disadarinya dia berlatih, berlatih dan berlatih. Suaminya mendorong hingga dia mulai rekaman dan mengeluarkan kaset volume pertama yag ternyata disambut baik oleh masyarakat.

Wanita itu akhirnya menjadi penyanyi terkenal, dan dia terkenal bukan pada saat suaminya ahli musik, tetapi saat suaminya seorang tukang ledeng, yang dengan setia memberinya pujian ketika dia bernyanyi.

Sedikit pujian memberikan penerimaan. Sedikit pujian memberikan rasa diterima, memberikan dorongan, semangat untuk melakukan hal yang baik dan lebih baik lagi. Sedikit pujian dapat membuat seseorang bisa meraih prestasi tertinggi. Omelan, bentakan, kecaman, amarah atau kritik sesungguhnya tidak akan banyak mengubah.


- Jawaban.com -

22 Mei 2008

Renungan

Tiga Sifat Dasar Manusia


Manusia Mempunyai Tiga sifat yang sangat mendasar. Bahkan ALKITAB mencatat Dua dari sifat ini dapat membuat atau menyebabkan kehancuran bagi Generasi tersebut.
Kita akan mempelajari ketiga sifat ini secara ringkas.


The Camper

Bilangan 32 : 1 - 5
The Camper atau orang yang berkemah, jika kita mengartikan secara biasa. Namun Alkitab menulis The Camper melambangkan orang yang berpuas diri dengan apa yang diperoleh sekarang ini. Ada yang berpuas diri dengan Karunia - karunianya. Ada yang merasa puas dengan berkat, padahal yang Tuhan inginkan kita tetap haus dan lapar akan DIA. Jangan hanya puas dengan berkatNya. Jangan puas dengan karunia yang Tuhan beri. Tapi kita harus memperoleh hati Sang Pemberi Berkat. Sang Pemilik Karunia. Dialah Yesus Kristus Tuhan Semesta Alam.

The Loser
Bilangan 13 : 27 - 29
Kalah sebelum berperang adalah kata yang cocok bagi orang - orang ini. Saat Musa mengutus 12 orang pengintai untuk mengintai tanah Kanaan. Saat mereka kembali, kesepuluh orang pengintai menceritakan apa yang mereka lihat. Mereka berkata bahwa orang Kanaan adalah orang orang raksasa, hingga menyebabkan ketakutan seluruh bangsa. Orang - orang ini adalah orang yang tidak percaya dengan Kuat GagahNya Tuhan.
Mereka ragu dangan kemampuannya sendiri, bahkan mungkin meragukan kekuatan Tuhan.
Padahal Tuhan sudah janjikan bahwa pencobaan yang kita alami, tidak akan melebihi kekuatan kita.
Adakah dari kita termasuk dalam Kelompok ini, The Loser??
Jika iya.. Bertobatlah. Sebab Tuhan Allahmu adalah Allah Yang Perkasa.

The Winner
Hakim Hakim 11 : 1 - 11
Sifat yang terakhir adalah The Winner. Orang yang menang dalam semua aspek kehidupannya. Karena apa?? Karena orang - orang ini selalu membawa semua perkaranya, baik itu kecil maupun besar, ke hadapan Tuhan. Dan percaya bahwa Tangan Kuat Tuhan sanggup membuat segala sesuatu itu mungkin.

Seperti Yefta, saat dia dipilih untuk memimpin Bangsa Israel berperang. Yefta menyanggupinya dan.. Ingat kata - kata ini, "[11b] ... Tetapi Yefta membawa seluruh perkaranya itu ke hadapan TUHAN, di Mizpa." Dan apa efeknya??? Tuhan memberi kemenangan kepada Yefta atas Amon.

Dan kini saudaraku yang terkasih didalam Kasih Kristus. Manakah yang kau pilih???
Apakah kau ingin menjadi The Camper, The Loser atau The Winner??
Itu pilihanmu....

Johkie Jonathan Huang, HambaNya


Tuhan Memberkati...



WELCOME

Selamat Datang Para Ksatria - Ksatria Allah.
Bangkitlah. Majulah Berperang. Sebab Allah Yang Menjadi Panglimamu.
Engkau Bagaikan Anak Panah Ditangan Pahlawan.