24 Januari 2009

Prinsip Buah Sulung



Penting bagi orang percaya untuk mengerti apa itu buah sulung dan memahami prinsip yang mendasari buah sulung serta berkat yang dihasilkan olehnya. Buah sulung bukanlah tuntutan legalistik yang mutlak harus dilakukan seperti sepuluh perintah Allah. Namun ketika buah sulung dilakukan, ada terobosan yang membawa kita ke dalam tingkatan berkat Tuhan yang lebih besar, yang memampukan kita melakukan visi Tuhan yang besar pula.

Prinsip buah sulung terlihat dari pola / pattern / model yang berulang-ulang terjadi di sepanjang Alkitab dari perjanjian lama sampai perjanjian baru. Pola ini menunjukkan cara-Nya bekerja.

Prinsip Buah Sulung di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru
Beberapa contoh karakter-karakter di Alkitab yang memberikan persembahan buah sulung adalah:

  • Habel mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya (Kejadian 4:4)
  • Abraham merelakan putra tunggalnya yang sulung, yang amat dikasihinya sebagai korban bakaran bagi Tuhan (Kejadian 22).
  • Hana bernazar akan mendedikasikan anak pertamanya kepada Tuhan jika Tuhan membuka kandungannya dan memberikan seorang anak laki-laki kepadanya (1 Samuel 1:10).
  • Janda di Sarfat mendahulukan Elia dengan memberikan makanan terakhirnya (1 Raja-raja 17). Janda ini adalah satu-satunya janda di Israel yang bertahan hidup di tengah kelaparan yang hebat yang melanda seluruh negeri (Lukas 4:25-26).

Prinsip Buah Sulung: Menghormati Tuhan Dengan Yang Pertama Dan Terbaik
Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. – Amsal 3:9-10.

Prinsip dari buah sulung adalah menghormati Tuhan dengan yang pertama, yang terbaik, yang terbesar.

Di Maleakhi 1:13-14, Tuhan menyatakan bahwa nilai dan besarnya persembahan kita kepada Tuhan menggambarkan seberapa kita mencintai Tuhan dan seberapa kita takut akan Dia. Kepada orang yang intim dan takut akan Dia, Tuhan menyingkapkan jalan-jalan-Nya (Mazmur 25:14). Takut akan Allah yang diekspresikan dengan pemberian yang terbaik, akan membuat kita bertemu dengan kelimpahan dari Tuhan seperti yang dialami Abraham di Kejadian 22:11-18.

Allah Bapa telah melakukan prinsip buah sulung. Ia memberikan yang terbaik, yang paling berharga yaitu Yesus Kristus kepada kita (1 Korintus 15:20). Untuk alasan itulah Yesus turun ke dunia menjadi manusia. Yesus menjadi satu adonan dengan kita.

Prinsip Buah Sulung: Menguduskan Seluruhnya
Jikalau roti sulung adalah kudus, maka seluruh adonan juga kudus, dan jikalau akar adalah kudus, maka cabang-cabang juga kudus. – Roma 11:16.

Ketika Yesus dipersembahkan sebagai Buah Sulung, maka sisa adonan – yaitu kita – dikuduskan Allah. Kita sebagai orang yang dikuduskan mempunyai asal yang sama (Ibrani 2:11), sehingga kita disebut saudara. Luar biasa!!!

Prinsip yang sama bekerja ketika kita memberikan persembahan buah sulung. Seluruh sisa dari yang sulung akan dikuduskan dan dipisahkan bagi Tuhan. Berarti Tuhan akan memperlakukan sisanya sebagai milik-Nya sendiri. Dia akan memelihara, memberkati, menumbuhkan, menambahkan dan memperluas sampai ke kapasitas yang sangat besar, karena Dia adalah Allah yang memberi pertambahan (Mazmur 115:14).

Prinsip Buah Sulung: Melepaskan Caused Blessing
Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. – Amsal 3:9-10.

Buah sulung menghasilkan a caused blessing, yaitu berkat melimpah yang kita ciptakan atau inisiasikan sendiri di atas berkat yang Tuhan anugerahkan kepada kita terlepas dari apa yang kita lakukan (default blessing). Berkat akan tinggal kepada kita, menyertai kita sepanjang hidup. Berkat tidak datang dan pergi.

Prinsip Buah Sulung: Berkat 1000 Generasi
Dan yang terbaik dari buah sulung apa pun dan segala persembahan khususmu adalah bagian imam-imam; juga yang terbaik dari tepung jelaimu harus kamu berikan kepada imam supaya rumah-rumahmu mendapat berkat. – Yehezkiel 44:30

Dalam bahasa Ibrani, “rumah” berbicara mengenai garis keturunan, bukan bangunan fisik. Daud membuat perjanjian dengan Tuhan, yang disebut sebagai perjanjian kasih setia (sure mercy covenant).

Perjanjian ini membuat Daud dan keturunannya diberkati selamanya, bahkan saat Yehuda berdosa, ia diluputkan dari penghakiman Allah karena perjanjian itu. “Namun demikian, TUHAN tidak mau memusnahkan Yehuda oleh karena Daud, hamba-Nya, sesuai dengan yang dijanjikan-Nya kepada Daud, bahwa Ia hendak memberikan keturunan kepadanya dan kepada anak-anaknya untuk selama-lamanya.” – 2 Raja-Raja 8:19.

Buah sulung membuat keturunan kita dapat mengambil bagian dalam perjanjian kita dengan Allah dan memastikan berkat turun pada mereka, sampai ke seribu generasi.

Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan. – Mazmur 105:8

Ketika Anda dengan penuh iman berani melangkah ke tempat yang lebih dalam dengan menerapkan prinsip buah sulung, Anda akan melihat terobosan-terobosan terjadi di dalam kehidupan Anda. Kesaksian hidup Abraham, Daud, Hana, Hizkia dan banyak karakter lainnya di Alkitab adalah bukti akan kuasa luar biasa yang terdapat di dalam prinsip buah sulung.

Prinsip buah sulung membuat terobosan yang membawa kita naik ke dalam tingkatan berkat Tuhan yang lebih besar untuk visi Tuhan yang besar pula. Jangan berhenti pada tingkatan berkat default blessing, mari masuk ke tingkatan caused blessings.


26 Desember 2008


Makna Natal

Ap. Naomi Dowdy






Coins
Apa arti Natal sesungguhnya? Bagi banyak orang, Natal berarti pesta, hadiah, liburan, bonus akhir tahun dan sebagainya. Perspektif Anda tentang Natal tergantung dari bagaimana Anda melihat kedatangan Tuhan Yesus. Mari kita melihat Natal dari perspektif Alkitab.

Yesaya 9:5-6 berkata: “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.”

Nabi Yesaya melihat Natal sebagai kedatangan seorang raja perkasa yang memerintah, yang membawa damai dan keselamatan. Ia melihat kerajaan yang baru, musim yang baru. Ia melihat Allah berada bersama umat-Nya.

Di Lukas 1:32-33 malaikat memberitahu kedatangan Mesias kepada Maria dengan menyatakan tujuan dan rencana Allah yaitu bahwa: “Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.“

Di Lukas 2:11 malaikat muncul di hadapan para gembala dan memberitahu bahwa “hari ini telah lahir bagimu seorang Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.“

Yohanes pembaptis melihat Yesus sebagai “Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia“ dan “Anak Allah” (Yohanes 1:29, 34).

Kehidupan para gembala berubah setelah mereka menerima pewahyuan dari Allah melalui para malaikat. Mereka bertindak dan maju ke dalam pewahyuan yang mereka terima. Yohanes menerima pewahyuan mengenai apa yang Allah akan lakukan. Allah mau melakukan hal yang baru, Allah akan mengajar kita hal-hal baru.

Ornamented christmas tree

1. Apa yang Anda lihat = perspektif Anda
Apa yang Anda lihat cepat atau lambat akan menjadi topik pembicaran Anda. Dan Amsal 6:2 mengatakan bahwa perkataan mulut kita bisa menjerat kita, yang artinya kita menjadi tawanan dari perkataan kita sendiri. Karena itu penting sekali bagi kita untuk melihat dengan benar, yaitu melihat segala sesuatu dengan perspektif yang benar.

Mungkin Anda gelisah dan Anda hidup dalam ketakutan. Anda melihat perceraian, narkoba, pelecehan, penyakit, pembunuhan, pemberontakan, kejahatan di sekitar Anda; Anda pikir memang begitulah dunia saat ini.

Allah berkata STOP! Jangan toleransi masalah sebagai hal yang normal. Ini saat kita mundur sejenak dan berkata: “Yesus lebih dari sekedar bayi, Dia adalah Jehovah Shamah, Allah yang perkasa. Dia Allah penyelamatku, Dia membawa susunan yang rapi kembali, Dia membawa keadilan dan kebenaran, Dia menyediakan segala kebutuhanku. Saya tidak perlu toleransi ini lagi.” Tuhan lebih besar dari segala masalah, dan kita harus mulai melihat segala sesuatu sebagaimana Tuhan melihatnya.

Natal memiliki kuasa. Yesus memiliki kuasa, pewahyuan akan siapa Dia mengubah masyarakat, mengubah komunitas, mengubah rumah tangga, mengubah bisnis.

2. Apa yang Allah lihat
Allah melihat situasi dan kondisi kita berubah. Yesus datang ke bumi untuk membawa musim baru, pengharapan baru, masa depan yang baru. Mata-Nya menjelajah di seluruh bumi, mencari orang yang hatinya terbuka. Tuhan mencari orang yang siap mendengar dan menerima pewahyuan serta bertindak setelah menerima pewahyuan-Nya. Orang yang bersedia mendesak maju dan mengejar janji Allah, kepada orang itu, Tuhan mau menyatakan diri-Nya dan kasih karunia-Nya.

Allah melihat tantangan yang Anda hadapi hari ini, tetapi Dia juga melihat kemenangan di depan Anda. Anda mungkin berkata, Tuhan tidak mengerti apa yang terjadi. Sesungguhnya Tuhan sangat mengerti, dan Dia melihat hidup Anda berubah, tetapi Anda harus ijinkan Dia bekerja. Tuhan berkata: “Aku melihat kemenangan di atas kekalahanmu, Aku melihat damai sejahtera di atas kekacauan hidupmu, pengharapan di atas keputusasaanmu.”

Pertanyaannya adalah, apakah Anda melihat apa yang Tuhan lihat. Apakah Anda bisa melihat hidup Anda seperti Tuhan melihatnya?

3. Apa yang Anda lakukan dengan pewahyuan yang Anda terima
Setelah Anda menerima pewahyuan dan belajar melihat dengan perspektif yang sejalan dengan perspektif Tuhan, Anda harus melangkah, jangan tunda, jangan putus asa, kejar terus.

Mungkin Anda merasa seperti berputar-putar tanpa tujuan. Temukan kembali perspektif Allah bagi hidup Anda, karena Allah punya tujuan bagi Anda. Belajar percaya sekalipun kelihatannya mustahil; dan kemudian bertindak sesuai firman. Langkah Anda akan membuat setan sakit jantung.

Karena itu, tinggalkan tempat yang lama, tinggalkan rutinitas, tinggalkan sikap lama dalam hubungan Anda dengan Allah dan dalam melihat masalah. Lihat situasi Anda melalui mata Tuhan, bukan dengan mata Anda sendiri. Jangan berkata: “Suatu hari nanti aku akan sungguh-sungguh menyerahkan hidupku kepada Tuha dan mengijinkan Dia menjadi Tuhan atas hidupku.“

Suatu hari itu adalah HARI INI. Anda tidak perlu menunggu tigapuluh tiga tahun untuk menerima pewahyuan baru. Kalau Anda membaca tulisan ini, inilah hari keselamatan Anda. Tangkap dan melangkahlah! Tuhan memiliki sesuatu yang baru bagi Anda hari ini.

Dalam kasih-Nya,
Maria Magdalena Ministries

WELCOME

Selamat Datang Para Ksatria - Ksatria Allah.
Bangkitlah. Majulah Berperang. Sebab Allah Yang Menjadi Panglimamu.
Engkau Bagaikan Anak Panah Ditangan Pahlawan.