Hati Hati Dengan Kesesatan film "Jesus The Spirit Of GOD"
Dalam Beberapa waktu ini akan beredar sebuah Film Sesat dengan Judul "Jesus, The Spirit Of GOD".
Mengapa saya bilang sesat??
Karena film ini dibuat bukan berdasarkan dari Injil Kristus Yesus. Tapi didasari dari Al-Quran dan "Injil" Barnabas, yang kita sudah tahu bahwa ini adalah ajaran Sesat yang beredar luas di dunia saat ini.
Film yang disutradarai oleh Nader Talebzadeh. Dan Ahmad Soleimani-Nia yang berperan sebagai Yesus. Dua orang ini termasuk dalam Golongan Garis Keras Islam yang ingin menghancurkan Kekristenan.
Berikut Cuplikan salah satu wawancara Nader dengan Majalah Times.
Untuk menggarap film Jesus Spirit, Nader mengaku mengambil acuan dari naskah Al Qur’an dan ajaran Barnabas-yang oleh banyak pelajar Barat dianggap sekedar dongeng fabel era pertengahan. Premis yang diusung dalam film ini sudah bisa ditebak, Yesus ialah penyebar kasih sayang dengan mukjizat keajaiban, tapi tidak mati disalib dan tidak bangkit dari kematian. Nader memang ingin memberi pesan, jika Kristen, kepercayaan yang dianut lebih dari 2 milyar umat dan inti dari mayoritas filosofi barat ialah berdasar hal yang salah.
“Saya kembali ke Iran dengan perasaan bahwa ada salah paham yang besar dari Barat tentang negara saya. Iran dipropaganda hitam,”ujar Nader
“Jika ada satu hal yang ingin saya lakukan dalam hidup ialah membuat film ini,” ungkap sutradara yang memenangkan penghargaan Dialog Antar Kepercayaan di Religion Today Film Festival, Italia, 2007 silam. “Saya tidak berkata Yesus tidak disalib. Tuhan yang melakukan. Itu semua ada di Al Qur’an. Film ini dibuat dengan keyakinan. Saya mencoba membuatnya seindah yang saya bisa,” imbuhnya
Ia sendiri berharap jika film 35-milimeter besutannya mampu memulai dialog antar agama. "Kita harus bergabung bersama dalam dunia informasi serba cepat, tidak untuk memberi pemahaman distorsi. Kita harus berkata, ‘Sudahkah anda melihat pintu ini untuk mengetahui kebenaran tentang Yesus,” ujar Nader
Beberapa warga Amerika telah ‘mengintip’ melalui pintu Nader. Film tersebut telah diputar empat kali di depan public Amerika dan baru-baru ini diseleksi untuk mengikuti Festival Film Philadelphia. Ia mengatakan jika sebenarnya banyak orang yang menerima dengan pikiran terbuka dan bahkan tergelitik dengan pertanyaan sejarah dan agama yang ditimbulkan.
Durasi asli serial sepanjang 1000 menit ini diedit dalam format DVD kasar seharga $5 perkepingnya, dan TV Iran siap menyiarkan. Menyajikan tokoh Isa sebagai nabi yang menyampaikan ajaran agama, bergerak dalam cahaya lembut dan senandung khudus ditengah hiruk-pikuk kaummnya
Narasi dan dialog yang disajikan berdasarkan ajaran Islam dan Injil Barnabas, kitab terakhir—yang menurut sutradara—disembunyikan oleh otoritas gereja agar tidak mengganggu stabilitas iman umat Kristen.
Banyak pelajar mempercayai jika gospel atau ajaran Kristen,( tidak termasuk karya kanonik di awal Gereja Katholik) yang ditulis beberapa abad kemudian ialah turunan dari Barnabas. Kitab tersebut memang beririsan dengan cerita-cerita Mathius, Markus, Lukas, Yohannes namun tidak menulis keberadaan Yesus sebagai anak Tuhan.
Cerita Barnabas beresonansi dengan kaum Muslim yang mempercayai ajaran Al Qur’an jika, Isa lahir dari perawan, bukan Tuhan melainkan salah satu dari lima rasul besar.
Dalam film tersebut Nader juga menunjukkan jika Yesus bangkit menuju Surga sebelum prajurit Romawi mendatangi. Judas, salah satu murid Yesus yang berkhianat berubah mirip sang guru dan dialah yang disalib. Berdasar kepercayaan Islam, Yesus saat ini hidup dan akan kembali untuk mengalahkan iblis.
”Barnabas ialah mata rantai yang hilang, dan dunia masih belum siap untuk menerimanya kembali. Itu ialah bagian teks yang harus kita lihat dan kaji pula,” kata Nader.
Nia Sang “Yesus”
Dia ialah Muslim Iran yang sangat mirip dengan imej Yesus versi Hollywood bahkan versi Renaisan. Ahmad Soleimani-Nia telah memerani Tokoh Yesus selama tujuh tahun, memelihara rambut dan janggutnya tetap panjang
Melihat raut mukanya, Nia-begitu aktor utama ini kerap disapa sangat mirip bintang rock tahun 1970-an. Dia tidak pernah berakting sebelumnya, namun kulitnya yang terang dan sudut wajahnya yang tajam bercampur dengan ciri Timur Tengah, mampu menggabungkan estetika Barat dan spirtualitas Timur
Dalam kehidupan nyata, Nia tinggal di Tehran. Dia dulu adalah anggota tentara angkatan darat Iran dan menjadi ahli besi dalam Badan Energi Atom Iran, yang dituduh pemerintah Bush kedok bagi pengadaan senjata. Itu merupakan fakta ironi bagi masyarakat barat khususnya Amerika Serikat
Fakta ini mungkin mengganggu beberapa warga Amerika, terutama sayap kanan. Namun sepertinya tidak akan semengganggu pesan yang disampaikan oleh film itu sendiri, yaitu Yesus tidak disalib dan tidak bangkit dari kematian.
“Saya tidak pernah ingat mengapa saya begitu terlibat dengan peran ini,” kata Nia, pria yang lahir di bagian barat Iran dekat wilayah Kurdistan Irak. “Itu bermula ketika saya masih kecil, usia 7 atau 8 tahun. Saya melihat lukisan Leonardo da Vinci’s ‘Last Supper’ dan saya diidentikkan dengan Yesus. Dia selalu bersama saya sejak itu. Dalam lingkungan saya, dengan rambut panjang dan jenggot tebal, saya dianggap sebagai Yesus,”tuturnya.
Nader si sutradara sendiri sempat melontarkan canda ketika ia tengah mencari pemeran utama namun tak kunjung mendapatkan. Hingga suatu hari, asisten Nader menunjuk Nia di jalan dan berkata. “Aku temukan Yesus mu!”.
_____________________________________________________________
Dan bagaimana saudaraku, bukankah ini sebagai tanda bahwa Akhir Zaman semakin dekat.
Bukankah Firman Tuhan telah berkata bahwa menjelang Akhir Zaman, Nabi Nabi Palsu akan bangkit dan Menyesatkan Umat-Ku. Bukankah semakin banyak kesengsaraan yang dialami oleh Orang Kristen, sebagai Umat Pilihan.
Apakah engkau akan tetap bertahan sampai kesudahannya dan berkata, "Yesuslah Tuhan!!"??
Apakah engkau akan menyerah kepada kesesatan dunia ini??
Semua Pilihan Ada ditanganmu !!!
18 Juli 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
WELCOME
Selamat Datang Para Ksatria - Ksatria Allah.
Bangkitlah. Majulah Berperang. Sebab Allah Yang Menjadi Panglimamu.
Engkau Bagaikan Anak Panah Ditangan Pahlawan.
Bangkitlah. Majulah Berperang. Sebab Allah Yang Menjadi Panglimamu.
Engkau Bagaikan Anak Panah Ditangan Pahlawan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar