26 Juli 2008




KUASA VISI

Ps. Indri Gautama





Visi adalah gambaran masa depan yang melahirkan gairah dalam diri Anda. Ada visi pribadi, visi keluarga, visi perusahaan untuk mengembangkan usahanya. Pada dasarnya semua visi adalah bahan bakar pendorong Anda. Karena visi, Anda bangun pagi setiap hari dan bergairah melakukan semua aktifitas Anda.

Tuhan juga mempunyai visi. Apabila Anda bergaul intim dengan-Nya, Tuhan pasti akan mengkomunikasikan mimpi dan visi-Nya kepada Anda.

Visi Tuhan bernilai dan mahal harganya.

Tuhan kita adalah Tuhan yang mempunyai visi yang sangat besar, yang tidak mungkin diselesaikan hanya oleh satu dua orang saja. Visi Tuhan tidak saja berdampak paa orang-orang yang menyelesaikan visi itu, tetap dampaknya sampai ke bangsa lain.

Bagaimana mendapatkan visi Tuhan? Ada 5 langkah yang untuk menerima visi Tuhan:

1. Baptisan Roh Kudus.

The Holy Spirit Visi adalah bahasa yang dipakai Roh Kudus untuk menyatakan pikiran Tuhan. Tujuan utama Roh Kudus dicurahkan bukan untuk berbahasa roh, tetapi supaya kita bernubuat, menerima mimpi dan penglihatan (Yoel 2:28-29), karena melalui Roh Kudus, Tuhan memberi kemampuan kepada kita untuk melihat apa yang Tuhan rencanakan bagi kita. Karena itu sangat penting bagi orang percaya untuk menerima karunia yang menakjubkan ini.

2. Tangkap gambaran-gambaran yang diberikan Roh Kudus.
Roh Kudus di dalam Anda, tidak tinggal diam. Ia giat memberikan informasi tentang visi Tuhan sedikit demi sedikit. Informasi tentang visi diberikan oleh Roh Kudus melalui gambaran yang bisa datang kapan saja. Pada saat membaca Alkitab atau ketika Anda bertemu dengan seseorang. Suatu inspirasi akan ada di benak Anda. Anda dapat kehilangan kesempatan memeluk gambaran ini apabila Anda terlalu sibuk dengan pekerjaan atau pikiran Anda sendiri.

3. Imajinasikan gambaran tersebut.
Karena visi adalah gambaran akan masa depan, Anda seolah-olah dapat masuk ke waktu masa depan itu dan mengimajinasikan kehidupan pada saat visi itu digenapi. Dengan begini Anda dapat ”merasakan” visi itu.

4. Bertanggung jawab dengan visi tersebut.
Paulus berkata di Kisah Para Rasul 20:24: ”Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah”.

Salah satu karakteristik pemimpin adalah ia membawa visinya sampai akhir hayatnya.

5. Jangan pernah menyesal karena gairah akan visi itu.
Sewaktu Anda memeluk visi Tuhan, Anda pasti akan bergairah ingin menggenapi visi itu. Siang dan malam hanya visi itu yang Anda pikirkan. Anda menjadi terobsesi dan percakapan mengenai visi itu akan mengobarkan api di hati Anda. Ini tentunya bagus. Tetapi tidak semua orang akan tertarik dengan gairah Anda. Akan ada yang tidak setuju dan berkata Anda terlalu ekstrim dan terlalu rohani. Mereka akan mencoba sekuat tenaga menghancurkan visi Tuhan pada Anda. Pada waktu menghadapi hal ini, berpeganglah teguh pada visi itu dan jangan pernah menyesal dan minta maaf akan gairah yang Tuhan sudah taruh dalam hidup Anda.

Lewat ke-lima langkah ini, Anda akan mulai memeluk visi Tuhan. Kenali visi itu karena visi adalah gambaran masa depan yang memberikan gairah di jiwa Anda dan di dalam hidup Anda.

Dalam kasih-Nya,
Maria Magdalena Ministries

18 Juli 2008

Red Alert !!!

Hati Hati Dengan Kesesatan film "Jesus The Spirit Of GOD"

Dalam Beberapa waktu ini akan beredar sebuah Film Sesat dengan Judul "Jesus, The Spirit Of GOD".
Mengapa saya bilang sesat??
Karena film ini dibuat bukan berdasarkan dari Injil Kristus Yesus. Tapi didasari dari Al-Quran dan "Injil" Barnabas, yang kita sudah tahu bahwa ini adalah ajaran Sesat yang beredar luas di dunia saat ini.

Film yang disutradarai oleh Nader Talebzadeh. Dan Ahmad Soleimani-Nia yang berperan sebagai Yesus. Dua orang ini termasuk dalam Golongan Garis Keras Islam yang ingin menghancurkan Kekristenan.

Berikut Cuplikan salah satu wawancara Nader dengan Majalah Times.

Untuk menggarap film Jesus Spirit, Nader mengaku mengambil acuan dari naskah Al Qur’an dan ajaran Barnabas-yang oleh banyak pelajar Barat dianggap sekedar dongeng fabel era pertengahan. Premis yang diusung dalam film ini sudah bisa ditebak, Yesus ialah penyebar kasih sayang dengan mukjizat keajaiban, tapi tidak mati disalib dan tidak bangkit dari kematian. Nader memang ingin memberi pesan, jika Kristen, kepercayaan yang dianut lebih dari 2 milyar umat dan inti dari mayoritas filosofi barat ialah berdasar hal yang salah.

“Saya kembali ke Iran dengan perasaan bahwa ada salah paham yang besar dari Barat tentang negara saya. Iran dipropaganda hitam,”ujar Nader

“Jika ada satu hal yang ingin saya lakukan dalam hidup ialah membuat film ini,” ungkap sutradara yang memenangkan penghargaan Dialog Antar Kepercayaan di Religion Today Film Festival, Italia, 2007 silam. “Saya tidak berkata Yesus tidak disalib. Tuhan yang melakukan. Itu semua ada di Al Qur’an. Film ini dibuat dengan keyakinan. Saya mencoba membuatnya seindah yang saya bisa,” imbuhnya


Ia sendiri berharap jika film 35-milimeter besutannya mampu memulai dialog antar agama. "Kita harus bergabung bersama dalam dunia informasi serba cepat, tidak untuk memberi pemahaman distorsi. Kita harus berkata, ‘Sudahkah anda melihat pintu ini untuk mengetahui kebenaran tentang Yesus,” ujar Nader

Beberapa warga Amerika telah ‘mengintip’ melalui pintu Nader. Film tersebut telah diputar empat kali di depan public Amerika dan baru-baru ini diseleksi untuk mengikuti Festival Film Philadelphia. Ia mengatakan jika sebenarnya banyak orang yang menerima dengan pikiran terbuka dan bahkan tergelitik dengan pertanyaan sejarah dan agama yang ditimbulkan.

Durasi asli serial sepanjang 1000 menit ini diedit dalam format DVD kasar seharga $5 perkepingnya, dan TV Iran siap menyiarkan. Menyajikan tokoh Isa sebagai nabi yang menyampaikan ajaran agama, bergerak dalam cahaya lembut dan senandung khudus ditengah hiruk-pikuk kaummnya

Narasi dan dialog yang disajikan berdasarkan ajaran Islam dan Injil Barnabas, kitab terakhir—yang menurut sutradara—disembunyikan oleh otoritas gereja agar tidak mengganggu stabilitas iman umat Kristen.

Banyak pelajar mempercayai jika gospel atau ajaran Kristen,( tidak termasuk karya kanonik di awal Gereja Katholik) yang ditulis beberapa abad kemudian ialah turunan dari Barnabas. Kitab tersebut memang beririsan dengan cerita-cerita Mathius, Markus, Lukas, Yohannes namun tidak menulis keberadaan Yesus sebagai anak Tuhan.

Cerita Barnabas beresonansi dengan kaum Muslim yang mempercayai ajaran Al Qur’an jika, Isa lahir dari perawan, bukan Tuhan melainkan salah satu dari lima rasul besar.

Dalam film tersebut Nader juga menunjukkan jika Yesus bangkit menuju Surga sebelum prajurit Romawi mendatangi. Judas, salah satu murid Yesus yang berkhianat berubah mirip sang guru dan dialah yang disalib. Berdasar kepercayaan Islam, Yesus saat ini hidup dan akan kembali untuk mengalahkan iblis.

”Barnabas ialah mata rantai yang hilang, dan dunia masih belum siap untuk menerimanya kembali. Itu ialah bagian teks yang harus kita lihat dan kaji pula,” kata Nader.

Nia Sang “Yesus”

Dia ialah Muslim Iran yang sangat mirip dengan imej Yesus versi Hollywood bahkan versi Renaisan. Ahmad Soleimani-Nia telah memerani Tokoh Yesus selama tujuh tahun, memelihara rambut dan janggutnya tetap panjang

Melihat raut mukanya, Nia-begitu aktor utama ini kerap disapa sangat mirip bintang rock tahun 1970-an. Dia tidak pernah berakting sebelumnya, namun kulitnya yang terang dan sudut wajahnya yang tajam bercampur dengan ciri Timur Tengah, mampu menggabungkan estetika Barat dan spirtualitas Timur

Dalam kehidupan nyata, Nia tinggal di Tehran. Dia dulu adalah anggota tentara angkatan darat Iran dan menjadi ahli besi dalam Badan Energi Atom Iran, yang dituduh pemerintah Bush kedok bagi pengadaan senjata. Itu merupakan fakta ironi bagi masyarakat barat khususnya Amerika Serikat

Fakta ini mungkin mengganggu beberapa warga Amerika, terutama sayap kanan. Namun sepertinya tidak akan semengganggu pesan yang disampaikan oleh film itu sendiri, yaitu Yesus tidak disalib dan tidak bangkit dari kematian.

“Saya tidak pernah ingat mengapa saya begitu terlibat dengan peran ini,” kata Nia, pria yang lahir di bagian barat Iran dekat wilayah Kurdistan Irak. “Itu bermula ketika saya masih kecil, usia 7 atau 8 tahun. Saya melihat lukisan Leonardo da Vinci’s ‘Last Supper’ dan saya diidentikkan dengan Yesus. Dia selalu bersama saya sejak itu. Dalam lingkungan saya, dengan rambut panjang dan jenggot tebal, saya dianggap sebagai Yesus,”tuturnya.

Nader si sutradara sendiri sempat melontarkan canda ketika ia tengah mencari pemeran utama namun tak kunjung mendapatkan. Hingga suatu hari, asisten Nader menunjuk Nia di jalan dan berkata. “Aku temukan Yesus mu!”.
_____________________________________________________________

Dan bagaimana saudaraku, bukankah ini sebagai tanda bahwa Akhir Zaman semakin dekat.
Bukankah Firman Tuhan telah berkata bahwa menjelang Akhir Zaman, Nabi Nabi Palsu akan bangkit dan Menyesatkan Umat-Ku. Bukankah semakin banyak kesengsaraan yang dialami oleh Orang Kristen, sebagai Umat Pilihan.

Apakah engkau akan tetap bertahan sampai kesudahannya dan berkata, "Yesuslah Tuhan!!"??
Apakah engkau akan menyerah kepada kesesatan dunia ini??

Semua Pilihan Ada ditanganmu !!!

WELCOME

Selamat Datang Para Ksatria - Ksatria Allah.
Bangkitlah. Majulah Berperang. Sebab Allah Yang Menjadi Panglimamu.
Engkau Bagaikan Anak Panah Ditangan Pahlawan.